Hukum Menyembelih Hewan Secara Bersama – Sama

Hukum Menyembelih Hewan Secara Bersama – Sama - Dalam berbisnis Rumah Makan kadang ada beberapa bahan baku yang diambil dari import dan lokal, seperti misalnya adalah daging sapi dan daging ayam import. Di beberapa tempat, penyuplai daging asal luar negeri tersebut mengklaim bahwa produk mereka halal , karena di potong oleh orang islam dan dengan cara islami. Namun masih ada yang mengganjal dalam hati saya sebagai konsumen, karena ternyata ada salah satu Rumah Potong di negara tersebut yang memotong hewan ternak seperti Ayam menggunakan teknologi mesin pemotong otomatis. Kemudian mesin ini dikerjakan oleh 1 muslim. Jadi mekanismenya, teknisi muslim tersebut sebelum memencet tombol potong membaca basmalah kemudian ayamnya terpotong secara otomatis sebanyak lebih 100 ekor terpotong dalam sekali bacaan. Jadi 1 orang teknisi memotong sekaligus dalam 1 kali bacaan dengan menekan tombol pemotong dan bukan motong satu per satu dengan membaca basmalah.

Pertanyaan saya apakah hal tersebut diatas termasuk dibolehkan oleh syariat islam ? karena saya pernah mendengar ada beberapa ulama yang membolehkan tersebut dan ada yang melarangnya. Mohon penjelasan dari ustadz.

Tidak dipungkiri lagi banyaknya daging import yang beredar disekitar kita. Alhamdulillah para ulama sudah memperhatikan hal ini dan memeriksa kehalalannya. Sebab menurut survei yang ada masih ada penyimpangan dan tidak ada amanah dan kejujuran pada para eksportir, walaupun mereka mengklaim dalam tulisannya “disembelih sesuai syari”at”. Padahal masih banyak ditemukan ayam yang diekspor (ke negeri Arab) yang masih utuh kepalanya tanpa sembelihan. Selain itu, tulisan tersebut juga terdapat pada ikan yang diimpor, padahal ikan tidak butuh disembelih. Melihat kenyataan-kenyataan yang tadi disebutkan, menunjukkan bahwa klaim tersebut dusta.

 
Hal ini dijelaskan oleh DR. Muhammad Bakar Ismail dalam kitab al Fiqh al Waadhih (2/390-395):
Dahulu cukup bagi kita bahwa klaim negara pengekspor bahwa mereka telah menyembelih sesuai syariat Islam. Namun terbukti dari banyak bukti bahwa negara-negara tersebut tidak melakukan penyembelihan secara syar”i dan pengakuan negara tersebut dalam segel atas daging-daging tersebut dengan segel “disembelih secara syari”at Islam” tidak lain hanyalah penipuan untuk mendapatkan harta saja. Bahkan sampai-sampai sebagian daging ayam yang masuk ke negara-negara Arab didapatkan leher ayam tersebut masih utuh dan tidak ada bekas-bekas goresan pisau?! Padahal ditulis dengan segel “hewan ini disembelih sesuai syari”at Islam”. Bahkan yang lebih lucu dan menjadi tertawaan adalah didapatkan tulisan segel pada bungkus ikan impor: “Disembelih sesuai syari”at Islam”?!. (tentang hukum daging import silahkan lihat di http://www.pengusahamuslim.com/baca/artikel/327/hukum-makanan-impor.

Oleh karena itu kita harus berhati-hati dalam mengkonsumsi daging-daging import yang ada disekitar kita, harus ada lisensi kehalalan dari otoritas resmi dan diakui validitas kehalalannya atau diketahui tata cara penyembelihannya harus sesuai syariat islam.

syarat penyembelihan yang sesuai syariat adalah:

Penyembelih harus orang yang berakal dari kalangan muslim atau ahli kitab. Sembelihan ahli kitab yang sesuai dengan ajaran agama mereka halal bagi kaum muslimin dengan dasar firman Allah :

 

“Pada hari ini Dihalalkan bagimu yang baik-baik. makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka.” (QS al-Maaidah:5). Hikmah penghalalan sembelihan mereka adalah karena ahli kitab meyakini pengharaman sembelihan tanpa menyebut nama Allah dan pengharaman bangkai.

Alat yang digunakan harus tajam baik dari batu atau besi asal jangan pakai gigi dan tulang.

Memutus tenggorokan dan kerongkongan serta salah satu otot waried yang ada dileher. Hikmah dari penyembelihan tempat ini adalah karena disitu adalah berkumpulnya otot-otot sehingga akan memudahkan keluar darah dan lebih cepat menghilangkan nyawanya. Bila demikian maka akan menambah baik daging dan meringankan beban derita hewan tersebut.

Orang yang menyembelih mengucapkan Bismillah. Allah berfirman:

Ÿ Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik. (QS Al-An’am 121)

Imam ibnulqayyim menjelaskan ayat ini dengan menyatakan,” Tidak diragukan lagi menyebut nama Allah atas sembelihan memperbagusnya dan mengusir syeitan dari penyembelih dan hewan sembelihan. Apabila tidak disebut maka syeitan akan menyertai penyembelih dan hewan sembelihan sehingga mempengaruhi keburukan pada hewan tersebut. Dahulu Rasulullah apabila menyembelih menyebut nama Allah. Ayat yang mulia ini menunjukkan hewan sembelihan tidak halal apabila tidak disebut nama Allah atasnya, walaupun penyembelihnya seorang muslim. (dinukil dari al-Mulakhash al-Fiqh 2/470).

5. Sebagian ulama menambah dengan niyat memotongnya.

Dengan demikian memotong kepala ayam dengan mesin otomatis seperti yang saudara tanyakan, apabila dilakukan seorang muslim, dan alatnya berupa pisau atau alat tajam lainnya serta tujuan dan niyat memotong. Juga membaca bismillah dalam menyembelih dan bagian yang disembelih adalah tenggorokan, kerongkongan dan otot waried maka boleh. Hanya saja bila membaca bismilah sekali untuk menekan tombol saja lalu mesin memotong puluhan atau ratusan kepala ayam maka tidak dianggap sah karena hanya satu yang baca bismilahnya.

Itupun harus diingat memotong bagian-bagian tubuhnya harus dilakukan setelah ayam-ayam tersebut mati. Bila sebelum hilang nyawanya sudah dipotong-potong maka itu haram.

Bila demikian maka hendaknya dihindari memakannya.

Wallahu a’lam.

Baca artikel yang lainnya

Share This Post

DONATE US

anak yatim